MIN DEMANGAN IKUTI ADIWIYATA CAMP DALAM RANGKA HARI PERINGATAN PEDULI SAMPAH NASIONAL 2017

Kota Madiun (MIN Demangan) – Hari Peduli Sampah Nasional jatuh pada tanggal 21 Februari. Forum Sekolah Adiwiyata Tingkat Sekolah Dasar Provinsi Jawa Timur bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengadakan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2017 melalui Jambore Sampah dan Adiwiyata Camp 2017 yang diadakan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Kanigoro Kabupaten Blitar dan berlangsung selama 3 hari. Kegiatan ini dimulai hari Jum’at sampai Sabtu tanggal 3-5 Maret 2017. Dan tidak ingin melewatkan event ini begitu saja, MIN Demangan Kota Madiun turut berpartisipasi dalam kegiatan Adiwiyata Camp 2017 dengan jumlah 10 siswa yang terdiri dari 5 siswa putri dan 5 siswa putra. 10 siswa siswi ini merupakan siswa kelas 4 dan 5. Nama siswa putra diantaranya Affan Putra Aviansyah (4A), Syahrul Arya Pradipta (4E), Asyam Daffa Salim Purnomo (4E), M.Bimbim Dwi Ramadhan (5F), dan M.Naufal Al Fayyadh (5B). Sedangkan untuk nama siswa putri yang mengikuti kegiatan Adiwiyata Camp 2017 adalah Mazaya Hibban Nabiih (4A), Nabila Faza Rachmawati (4A), Najya Azkailla Adyarta (4B), Kinan Naura Arsweta (5A), dan Regina Saraswati Devita Nugra Heni (5E).

Pembukaan kegiatan Adiwiyata Camp 2017 pukul 15.30 – 17.00 WIB dan di buka oleh Bupati Blitar. Kegiatan Adiwiyata Camp 2017 diselenggarakan untuk mempererat silaturahmi sekolah yang sudah lolos Adiwiyata. Banyak kegiatan menarik yang diselenggarakan seperti pada Hari Jum’at (03/03) peserta mengikuti kegiatan workshop pengelolaan sampah dari Caping Gunung. Pada hari Sabtu (04/03) peserta mengikuti senam peduli sampah, game atau outbond dan lomba melukis tempat sampah, wisata budaya ( Kampung Coklat Pendopo Hadi Negoro, Ziarah Wali makan Proklamator), dan malamnya ada pentas kreasi seni. Sedangkan kegiatan pada hari Minggu (05/03) agenda susur sungai ( Adiwiyata dipandu Caping Gunung). Dari serangkaian kegiatan yang dijadwalkan banyak sekali hal-hal baru yang didapatkan peserta Adiwiyata Camp 2017.

Ibu Zelly Destyana, S.Pd. selaku Pembina Pendamping mengatakan, “ Ada beberapa kegiatan yang kurang maksimal, karena kondisi cuaca yang tidak bersahabat. Lapangan kemahnya becek tetapi justru itu yang menantang. Anak-anak juga menikmati kegiatan setiap kegiatan terlebih ketika wisata budaya karena wawasan anak-anak bertambah tentang budaya daerah Blitar”.

Beliau juga menambahkan, “ Kegiatan ini banyak memberikan manfaat bagi peserta. Semoga kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan dan memberikan efek positif bagi peserta pada khususnya dan pada semua pihak terkait pada umumnya. Diharapkan dengan kegiatan seperti ini peserta semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan hidup supaya lingkungan tetap lestari dan asri”. (EMA)